Sang Peretas Hati (Puisi)

Halo para pembaca setia! Selamat datang kembali di blog ini.
Gimana kabarnya hari ini? Semoga hari-hari kalian selalu seru dan penuh semangat, ya. Cuaca akhir-akhir ini memang suka nggak menentu, jadi jangan lupa jaga kesehatan. Nah, ngomong-ngomong soal hal yang nggak menentu, pernah nggak sih kalian merasa hati kalian itu ibarat sebuah sistem jaringan yang super aman, tapi tiba-tiba bisa jebol juga?
Tanpa permisi, tanpa peringatan, tiba-tiba ada seseorang yang berhasil masuk dan mengacak-acak perasaan kita. Berangkat dari lamunan santai soal gabungan antara kaku-nya teknologi dan lembutnya romansa, hari ini saya mau membagikan sedikit tulisan. Sebuah puisi tentang dia yang datang tiba-tiba: Sang Hacker Cinta.
Selamat menikmati!
Sang Peretas Hati
Aku telah menyusun baris kode yang rapi,Membangun firewall tinggi untuk mengunci sepi.Dengan sandi berlapis dan enkripsi baja,Kupikir ruang rasaku akan aman selamanya.
Namun kau datang merayap tanpa jejak,Menyusup sunyi, perlahan meretas jarak.Kau tak butuh malware pembawa petaka,Hanya butuh satu senyum untuk membuka paksa.
Kau lewati logikaku yang paling rasional,Mengurai algoritma acuh menjadi emosional.Server hatiku kini mengalami downtime,Sibuk memproses rindu yang tak kenal musim.
Di layar sistemku kini hanya terpampang namamu,Sebuah bug indah yang membuatku tersipu.Biarlah pertahanan ini runtuh oleh cintamu,Sebab dalam kendalimu, aku tak ingin berlalu.
Posting Komentar untuk "Sang Peretas Hati (Puisi)"
Silahkan berkomentar sesuai ketentuan layanan dan kebijakan privasi blog kami