Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Janji yang Kehilangan Rasa

Dahulu, katamu adalah madu,
menyembuhkan setiap sudut heningku.
Rangkaian kata disusun begitu rapi,
meninabobokanku di balik mimpi.

Namun waktu tak pernah ingkar janji,
membuka perlahan topeng yang kau pakai.
Ternyata manis itu hanya di bibir,
sementara dusta halus menepis di akhir.

Kini, rayuanmu tak lagi berdaya,
hanya angin lalu tanpa makna.
Seperti ramuan manis yang kedaluwarsa,
tiap ucapmu berubah tawar dan hampa.

Jangan lagi kau rangkai bunga bahasa,
aku tak 'kan terjerat dalam perangkap yang sama.
Hatiku telah belajar dari luka,
percaya pada bukti, bukan lagi pada mantra.



Sumber : Via ChaCha

Posting Komentar untuk "Janji yang Kehilangan Rasa "