Jika Hidup Adalah Sebuah Pertanyaan: Puisi Tentang Perjalanan Kehidupan
Pernahkah kita berhenti sejenak dari kesibukan, lalu bertanya kepada diri sendiri: sebenarnya untuk apa kita menjalani semua ini?
Kita lahir, tumbuh, belajar, mencintai, kehilangan, kecewa, kemudian kembali mencoba untuk bangkit. Di sepanjang perjalanan itu, ternyata tidak semua hal memiliki jawaban yang mudah.
Ada pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu. Ada luka yang baru kita pahami setelah bertahun-tahun berlalu. Ada pula pertemuan yang dahulu kita anggap kebetulan, tetapi ternyata meninggalkan pelajaran yang begitu besar.
Kehidupan mungkin memang bukan tentang menemukan semua jawaban. Bisa jadi, kehidupan justru tentang keberanian untuk terus berjalan meskipun masih membawa begitu banyak pertanyaan.
Berikut sebuah puisi tentang kehidupan, tentang luka, kehilangan, harapan, kesepian, dan perjalanan manusia mencari arti dari semuanya.
Jika Hidup Adalah Sebuah Pertanyaan
Mengapa kita dilahirkan,jika pada akhirnya harus belajar kehilangan?Mengapa kita dipertemukan dengan seseorang,jika takdir justru memilih perpisahan?Mengapa hati harus mengenal cinta,jika cinta juga mengajarkan luka?Mengapa kita harus berharap,jika kenyataan sering datang membawa kecewa?Apakah hidup memang tentang bertahan,atau sekadar menunggu kapan kita menyerah?Apakah setiap air mata punya arti,atau hanya jatuh karena hati sudah terlalu lelah?Mengapa orang baik sering terluka?Mengapa ketulusan terkadang dibalas dengan pengkhianatan?Mengapa mereka yang kita perjuangkan,justru menjadi orang yang paling mudah meninggalkan?Apakah kesepian adalah sebuah hukuman,atau cara kehidupan mengajarkan kitauntuk mengenal diri sendiri?Apakah kegagalan benar-benar akhir,atau hanya jalan lainmenuju sesuatu yang belum kita mengerti?Mengapa waktu terus berjalan,sementara sebagian luka tetap tinggal?Mengapa masa lalu tidak bisa diulang,sedangkan kenangannyaterus datang tanpa diminta?Kapan seseorang benar-benar dewasa?Saat ia berhenti menangis?Ataukah saat ia mampu tersenyummeski hatinya sedang hancurberkeping-keping?Apakah bahagia harus selalu tentang memiliki banyak hal?Ataukah bahagia sebenarnyahanya tentang mampu mensyukuriapa yang masih tersisa?Mengapa kita sering mengejar sesuatuyang belum tentu membuat kita bahagia?Mengapa kita takut kehilangan,padahal sejak awaltidak ada yang benar-benar menjadi milik kita?Dan ketika malam semakin sunyi,ketika semua suara perlahan menghilang,pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri—Apakah aku sudah menjalani hidupku,atau selama ini aku hanya bertahan hidup?Sudah berapa banyak impianyang kita kubur karena takut gagal?Sudah berapa banyak kesempatanyang kita lepaskan karena terlalu takut mencoba?Sudah berapa banyak katayang ingin kita ucapkan,tetapi akhirnya hanya tersimpandi dalam hati?Sudah berapa banyak orangyang pernah kita sakititanpa kita sadari?Dan sudah berapa banyak orangyang menyakiti kitanamun masih kita maafkanmeski belum sepenuhnya kita lupakan?Jika suatu hari nantikita sampai di penghujung perjalanan,akankah kita bertanya,“Sudah berapa banyak yang kumiliki?”Ataukah kita justru bertanya,“Sudah berapa banyak hatiyang pernah kubahagiakan?”“Sudah berapa banyak lukayang pernah kumaafkan?”“Sudah berapa kali aku bangkitsetelah dunia membuatku jatuh?”Dan jika hidup memang penuh pertanyaan,mengapa kita begitu takutjika tidak menemukan jawabannya?Bukankah mungkinjawaban itu memang bukan untuk ditemukan hari ini?Mungkin waktu yang akan menjawabnya.Mungkin pengalaman yang akan menjelaskannya.Atau mungkin,kita sendiri yang suatu hari nantiakan memahami semuanyasetelah perjalanan ini semakin jauh.Sebab mungkin hidup bukan tentang mengetahuike mana kita akan pergi.Mungkin hidup adalah tentangtetap melangkahmeskipun kita belum tahuapa yang menunggu di depan.Jadi, jika malam ini aku kembali bertanya—“Mengapa aku harus melalui semua ini?”Mungkin jawabannya bukan sesuatu yang rumit.Mungkin jawabannya adalah—Karena aku masih hidup.Karena masih ada hari esok.Karena masih ada kesempatan untuk berubah.Karena masih ada harapan yang belum selesai.Dan mungkin...karena perjalanan ini belum berakhir.
Pada akhirnya, kehidupan tidak selalu memberikan jawaban sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ada hal-hal yang harus kita terima tanpa pernah benar-benar mengerti alasannya.
Kita mungkin pernah kehilangan seseorang, gagal mencapai impian, dikhianati, ditinggalkan, atau berjalan sendirian ketika orang lain tampak sudah menemukan jalannya.
Namun bukankah kita masih berada di sini?
Masih bernapas.
Masih memiliki kesempatan.
Masih bisa mencoba lagi.
Jangan terlalu takut dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum memiliki jawaban. Sebab terkadang, jawaban terbaik dalam hidup bukanlah sebuah kata, melainkan sebuah perjalanan.
Teruslah melangkah.
Jika hari ini terasa berat, mungkin besok akan sedikit lebih ringan.
Jika hari ini kita menangis, mungkin suatu hari nanti kita akan tersenyum ketika mengingat bahwa kita pernah berhasil melewati semuanya.
Dan ketika suatu saat nanti kita menoleh ke belakang, semoga kita tidak hanya melihat luka dan kegagalan.
Semoga kita juga melihat satu hal yang paling penting:
Kita pernah jatuh berkali-kali, tetapi kita memilih untuk tetap bangkit.
Karena mungkin, pada akhirnya, pertanyaan terbesar dalam kehidupan bukanlah “Mengapa semua ini terjadi kepadaku?”
Melainkan—
“Setelah semua yang terjadi,
apakah aku masih berani melanjutkan hidup?”
Dan jawabannya harus selalu:
“Ya.”
Sebab selama masih ada kehidupan,
selalu ada kemungkinan untuk menulis
halaman berikutnya.
Posting Komentar untuk "Jika Hidup Adalah Sebuah Pertanyaan: Puisi Tentang Perjalanan Kehidupan"
Silahkan berkomentar sesuai ketentuan layanan dan kebijakan privasi blog kami